RAKOR TPKJM KECAMATAN SUKOREJO PERKUAT PENANGANAN KESEHATAN JIWA

  • Oct 01, 2025
  • BAGUS PRIJATMOKO

Blitar –* Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kecamatan Sukorejo menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di Balai Kelurahan Tlumpu mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, antara lain Camat Sukorejo Djito Baskoro, Kapolsek Sukorejo AKP Santoso, Danramil Sukorejo, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Blitar, seluruh lurah se-Kecamatan Sukorejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Baznas Kota Blitar, Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM), akademisi kesehatan di Kota Blitar, Paguyuban Sehat Jiwa Kecamatan Sukorejo, KUA, Kepala Puskesmas, serta perawat CMHN (Community Mental Health Nursing) se-Kecamatan Sukorejo.

Rakor yang dimoderatori langsung oleh Camat Sukorejo Djito Baskoro ini membahas tugas pokok dan fungsi (tupoksi) TPKJM. Sesuai struktur, TPKJM Kecamatan Sukorejo diketuai oleh Kepala Puskesmas Sukorejo, dengan Camat sebagai pelindung. Dalam arahannya, Camat Sukorejo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan masalah kesehatan jiwa, terutama bagi warga dengan kondisi khusus seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ketua Paguyuban Sehat Jiwa Kecamatan Sukorejo turut memberikan paparan terkait kondisi ODGJ di wilayah Sukorejo. Dalam pemaparannya disampaikan berbagai hambatan dan kendala yang selama ini dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana, minimnya pemahaman masyarakat, hingga kurangnya dukungan keluarga dalam pemulihan ODGJ. Meski demikian, solusi juga dipaparkan, antara lain melalui peningkatan kolaborasi antar lembaga, pemberdayaan kader kesehatan jiwa, serta penguatan edukasi bagi keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Sukorejo AKP Santoso memberikan penjelasan mengenai trik dan strategi dalam penanganan kekambuhan ODGJ. Menurutnya, strategi penanganan harus dilakukan secara preventif dan humanis, serta melibatkan peran aktif aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Hal ini bertujuan agar setiap potensi kekambuhan dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban di masyarakat.

Melalui rakor ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat peran TPKJM sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat yang lebih baik. Harapannya, keberadaan TPKJM tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga sosial dan spiritual, sehingga pemulihan ODGJ dapat berjalan lebih optimal dan martabat mereka tetap terjaga di tengah masyarakat.