Lestarikan Tradisi, Kelurahan Pakunden Gelar Ziarah Makam Eyang Sewu Negoro
- May 07, 2026
- BAGUS PRIJATMOKO
PAKUNDEN– Nuansa khidmat dan kental akan budaya Jawa menyelimuti Kelurahan Pakunden pada Kamis sore (7/5/2026). Sebagai bagian dari rangkaian sakral Bersih Desa Pakunden 2026, Pemerintah Kelurahan bersama masyarakat menggelar kegiatan Ziarah Makam leluhur, Eyang Sewu Negoro, yang berlokasi di Jl. Lekso RT 02 RW 04.
Kirab Budaya yang Ikonik
Kegiatan dimulai tepat pukul 15.30 WIB dengan prosesi kirab yang memikat perhatian warga. Lurah Pakunden, Addy Masruhin, S.Sos, didampingi Ibu Lurah, tampak anggun menaiki delman yang ditarik kuda.
Di belakang kereta kencana tersebut, barisan panjang perangkat kelurahan serta seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Pakunden mengikuti dengan mengendarai sepeda motor, melambangkan kesatuan gerak antara pemimpin dan jajaran pengurus lingkungan.
Suasana semakin syahdu dengan:
Kendaraan Pemandu: Sebuah sepeda roda tiga berada di garis depan sebagai petunjuk jalan.
Alunan Musik: Sayup-sayup musik Jawa mengalun sepanjang rute, menciptakan atmosfer magis dan tenang.
Narasi Informasi: Sepanjang perjalanan, narasi mengenai sejarah dan maksud kegiatan disampaikan kepada warga yang menyaksikan di pinggir jalan.
Sambutan Hangat di Kawasan Makam
Setibanya di kawasan Makam Eyang Sewu Negoro, rombongan Lurah disambut langsung oleh Ketua RW 04, Bapak Sumarsono, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Ratusan warga terpantau sudah memadati sepanjang Jalan Lekso untuk ikut serta dalam momen tahunan ini.
Khidmatnya Prosesi Ritual
Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil yang fasih. Dalam sambutan singkatnya, Lurah : Addy Masruhin.S.Sos.I menekankan pentingnya menjaga uri-uri budaya dan menghormati jasa para leluhur pembuka wilayah (babat alas) serta meinformasikan rangkaian Bersih Desa akan Tutup dengan acara Jalan sehat yang berhadiah sangat menggiurkan pada hari Minggu 17 Mei 2026.
Rangkaian inti ziarah berlangsung dengan urutan:
1. Ikrar Ujub: Disampaikan oleh H. Soekiman, sebagai bentuk pernyataan maksud dan tujuan selamatan (hajat) warga.
2. Tahlil dan Doa: Dipimpin secara khusyuk oleh H. Drs. Masjudi, mendoakan arwah leluhur serta keselamatan bagi seluruh warga Pakunden.
Kearifan Lokal: Kembul Bujana
Sebagai penutup yang penuh kebersamaan, acara diakhiri dengan makan bersama. Warga tampak guyub menikmati sajian tumpeng dan nasi berkatan yang dibawa sendiri dari rumah masing-masing. Tradisi ini menjadi simbol syukur atas melimpahnya berkah serta harapan agar Kelurahan Pakunden dijauhkan dari marabahaya di tahun-tahun mendatang.
"Bersih Desa bukan sekadar ritual, tapi cara kita mengingat akar sejarah dan mempererat tali silaturahmi antarwarga."